Adanya Taunting di Liga Esports Nasional Mobile Legends, Buat Match Makin Seru Dan Berwarna!

post-title

Mungkin taunting seringkali dianggap sebagai tindakan yang toxic oleh banyak orang, tapi di skena pro ini adalah hal yang lumrah dan bisa meningkatkan animo dan semangat pemain juga penonton.

Selebrasi adalah hal yang sangat wajar terjadi di dunia olahraga, tidak terkecuali esports. Di Liga Esports Nasional ada banyak sekali momen seru terjadi, nah salah satunya dengan adanya taunting di Liga Esports Nasional yang mungkin jarang banyak orang lihat.

Jika membicarakan skena profesional Mobile Legends, tentunya banyak liga dan kompetisi yang berjalan. Tapi di LEN adanya kebebasan antar pemain dan team juga faktanya bahwa turnamen ini diisi oleh pemain grassroots membuat kompetisi makin seru, tapi tidak berlebihan.

Pada match antara EVOS Holy vs Pendekar Esports juga Borneo FC Esports vs EVOS Holy terjadi momen yang tensinya bisa dibilang tinggi, yaitu taunting atau saling meledek ketika bermain atau pasca bermain. Jika banyak yang berpikir bahwa hal ini toxic, ya mungkin kembali ke masing-masing lagi. Tapi para pemain tidak ada yang merasa tersinggung dan hal ini untuk seru-seruan saja.

Taunting di Liga Esports Nasional Mobile Legends

 

 

Pada match antara EVOS Holy dan Pendekar Esports, Zhiry melakukan hal yang cukup mengejutkan dan banyak tidak menduga, yaitu taunting kepada anak-anak Pendekar Esports. Tentu saja hal ini membuat banyak orang terkejut, tapi hal seperti ini yang membuat cerita perjalanan mereka makin intens dan menarik pasang mata penonton.

Zhiry yang dulu bermain di RBL dan GPX memang adalah salah satu pemain yang memiliki pengalaman tinggi bermain di stage. Melakukan taunting kepada Pendekar Esports mungkin membuat para pemain Pendekar Esports risih, tapi nyatanya tidak.

3Marskie yang bermain di Pendekar Esports mengatakan kepada awak media bahwa dirinya biasa saja. Hal ini lumrah terjadi di esports dan 3Marskie yang mengakui besar di kultur warnet bahkan sering melakukan hal ini kepada pemain lain dan sebaliknya.

 

 

Selain Pendekar Esports ada juga Borneo FC Esports, tapi hal ini terjadi sebaliknya dimana anak-anak asli Kalimantan ini melakukan taunting kepada EVOS Holy. Bisa dibilang memang dengan adanya taunting seperti ini, para pemain bisa lebih lepas dan bermain dengan hati mereka. Jika mengekang mereka dan memaksa player lebih kaku lagi, mungkin agak kurang seru untuk ditonton ya.

Nah menurut kalian bagaimana nih guys, apakah adanya taunting di Liga Esports Nasional Mobile Legends seperti ini dilumrahkan atau lebih dijaga saja? Dari pihak LEN sih memang akan ada investigasi kepada team yang melakukan taunting karena akan mengacu lagi kepada rulebook lagi. Tapi diharapkan jika mereka melanggar, diberikan teguran saja atau diingatkan untuk tidak terlalu berlebihan ya.

 
 
Adithya Dewangga

Adithya is a writer, editor, and journalist that started his journey in esports industry media in 2019. A big fan of Souls Games, JRPG, and FGC, Adithya also dive deep into the keyboard and fightstick hobby rabbit hole.

icon Subscribe

to Our Newsletter